![]() |
| KRITERIA MEMILIH PEMIMPIN |
📝 Oleh Majelis Istifta
🔴 _*Bagaimana tentang memilih pemimpin untuk urusan umat islam? Karena masih ada kebingungan memilih ulama atau memilih orang yang cerdas, komunikatif dan visioner dalam hal kepemimpinan, tetapi dia bukan ulama? Jawaah WA.*_
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
🔵 Jawaban :
Dalam memilih seorang pemimpin, Allah swt dan rasul-Nya telah mmeberikan petunjuk mengenai sifat-sifat yang mesti ada pada seorang pemimpin. Di antaranya diterangkan dalam dalil-dalil berikut ini:
1. Mukmin yang jujur, zuhud, taat beribadah, kuat, tahan uji dan mampu menjadi panutan.
عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ: قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ، مَنْ نُؤَمِّرُ بَعْدَكَ؟ قَالَ: " إِنْ تُؤَمِّرُوا أَبَا بَكْرٍ، تَجِدُوهُ أَمِينًا، زَاهِدًا فِي الدُّنْيَا، رَاغِبًا فِي الْآخِرَةِ، وَإِنْ تُؤَمِّرُوا عُمَرَ تَجِدُوهُ قَوِيًّا أَمِينًا، لَا يَخَافُ فِي اللهِ لَوْمَةَ لَائِمٍ، وَإِنْ تُؤَمِّرُوا عَلِيًّا - وَلَا أُرَاكُمْ فَاعِلِينَ - تَجِدُوهُ هَادِيًا مَهْدِيًّا، يَأْخُذُ بِكُمُ الطَّرِيقَ الْمُسْتَقِيمَ "
_Dari Ali radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya: "Wahai Rasulullah, siapa orang yang ditunjuk sebagai pemimpin setelahmu?" Beliau menjawab: "Jika kalian mengangkat Abu Bakar radliyallahu 'anhu, maka kalian mendapati dia adalah orang yang terpercaya, zuhud terhadap dunia dan cinta pada akhirat. Jika kalian mengangkat Umar Radliyallahu 'anhu, dia adalah orang kuat dan terpercaya, tidak takut celaan orang yang mencela. Jika kalian mengangkat Ali Radliyallahu 'anhu, aku tidak mengira kalau kalian melaksanakannya, dia adalah orang yang memberi petunjuk dan tempat mendapat petunjuk, dia akan membawa kalian kepada jalan yang lurus.”_ (HR. Ahmad)
2. Memiliki kemampuan dan keahlian di bidangnya
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
_Dari Abu Hurairah radhilayyahu'anhu mengatakan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Ada seorang sahabat bertanya: 'bagaimana maksud amanat disia-siakan? ' Nabi menjawab: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.”_ (HR. al-Bukhari)
3. Menjadi teladan dalam menjalankan aturan dan hokum yang dibuatnya
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " سَيَكُونُ أُمَرَاءُ بَعْدِي يَقُولُونَ، مَا لَا يَفْعَلُونَ، وَيَفْعَلُونَ مَا لَا يُؤْمَرُونَ "
_Dari Ibnu Mas'ud ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan datang para pemimpin sesudahku, mereka mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan dan melakukan apa yang tidak diperintahkan kepada mereka."_ (HR. Ahmad)
4. Memiliki sifat tawadhu (rendah hati)
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
_Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin._ (QS. As-Syu’ara [26]: 215)
5. Bersikap lembut, ramah dan tidak kasar
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
_Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal._ (QS. Ali Imran [3]: 159)
6. Menepati janji dan sumpah yang pernah diucapkannya
إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
_Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Nabi Muhammad), (pada hakikatnya) mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Oleh sebab itu, siapa yang melanggar janji (setia itu), maka sesungguhnya (akibat buruk dari) pelanggaran itu hanya akan menimpa dirinya sendiri. Siapa yang menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan menganugerahinya pahala yang besar._ (QS. Al-Fath [48]: 10)
7. Penyabar
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
_Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga di perbatasan (negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung._ (QS. Ali Imran [3]: 200)
8. Lapang dada, tidak memiliki dendam dan prasangka buruk terhadap rakyatnya
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُبَلِّغُنِي أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِي عَنْ أَحَدٍ شَيْئًا، فَإِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَخْرُجَ إِلَيْكُمْ وَأَنَا سَلِيمُ الصَّدْرِ»
_Dari Abdullah bin Mas'ud ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah seorang dari sahabatku menyampaikan sesuatu tentang orang lain kepadaku, sesungguhnya aku ingin menemui kalian dengan hati yang bersih.”_ (HR. Abu Dawud)
9. Sehat jasmaninya dan berwawasan luas
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
_Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana (mungkin) dia memperoleh kerajaan (kekuasaan) atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) menjawab, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kepadanya kelebihan ilmu dan fisik.” Allah menganugerahkan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas (kekuasaan dan rezeki-Nya) lagi Maha Mengetahui._ (QS. Al-Baqarah [2]: 247)
10. Menjunjung keadilan
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللهِ يَوْمَ القِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ، وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ.
_Dari Abu Sa'id ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat adalah pemimpin yang adil, sedangkan manusia paling dibenci oleh Allah dan paling jauh tempat duduknya adalah pemimpin yang zhalim.”_ (HR. al-Tirmidzi)
Dengan keterangan-keterangan di atas, dapat ditarik kesimpulan:
1. Yang harus memimpin umat islam ialah orang yang memahami islam secara kaffah.
2. Kriteria
pemimpin dapat ditetapkan seideal mungkin. Jika pada realisasinya tidak
menemukan sosok yang sesuai dengan kriteria tersebut, maka dipilihlah seseorang
yang mendekati.
_Wallahu a’lam bi al-shawwab!_
📚 Majalah Risalah no. 06 thn. 60, Shafar 1444 H/ September 2022, hlm. 52-54.
Gabung Channel: https://t.me/ensiklopediafatwaulamapersis
#satuabadpersis
#ensiklopediafatawaulamapersis
#majalahrisalah #politik #siyasah #pemimpin


0 comments:
Posting Komentar