![]() |
| MEMBACA AL-QURAN DARI MAJALAH, APAKAH DAPAT SYAFAAT |
📕 *MEMBACA AL-QURAN DARI MAJALAH, APAKAH DAPAT SYAFAAT ?*
📝 Oleh Majelis Ifta
🔴 _*Bacaan al-Quran akan menjadi penolong di akhirat nanti. Di majalah risalah/ tafaqquh ada banyak ayat al-Quran yang otomatis dibaca seiring membaca majalah tersebut. Apakah itu termasuk membaca al-Quran atau harus langsung baca dari mushaf al-Quran? Jamaah via WA.*_
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
🔵 JAWAB :
Membaca al-Quran adalah ibadah yang memiliki banyak keutamaan di antaranya akan menjadi syafaat pada hari qiyamat. Sebagaimana diterangkan dalam hadis:
عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ، اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ، وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ، فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ، تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ.
_Dari Abu Umamah al-Bahili ia berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Bacalah al-Quran, karena ia akan datang menjadi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surat al-baqarah dan Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah al-baqarah, karena dengan membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir.”_ (HR. Muslim)[1]
Yang dimaksud dengan membaca al-Quran tidak terbatas pada membaca tulisannya di mushaf, tetapi juga membaca tulisan yang tertera selain di mushaf atau membaca yang dihafal.
Makna asal qira’ah (membaca) sebagaimana diterangkan oleh al-Raghib:
ضَمُّ اْلحُرُوْفِ وَ اْلكَلِمَاتِ بَعْضِهَا إِلَى بَعْضٍ فِي التَّرْتِيْلِ
_Menggabungkan huruf-huruf dan kata-kata sebagiannya kepada sebagiannya dalam susunan yang rapi._ (al-Raghib, al-Mufradat fi Gharib al-quran, hlm. 402)
Perintah membaca al-Quran bukan harus melihat tulisannya tetapi juga yang dihafal. Seperti perintah membaca al-Quran dalam shalat tentu membaca ayat yang dihafal bukan dengan melihat tulisan di mushaf. Seperti pada hadis berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إذَا قُمْت إلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغْ الْوُضُوءَ ، ثُمَّ اسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ ، فَكَبِّرْ ، ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَك مِنْ الْقُرْآنِ.
_Dari Abu Hurairah ra. Katanya, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, “Apabila kamu hendak mendirikan shalat, sempurnakan wudhu, kemudian menghadap qiblat, lalu takbir, terus baca apa saja yang kamu hafal dari al-Quran …”_ (HR. Tujuh orang imam. Lafal ini adalah al-Bukhari)[2]
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ بِأُمِّ الْكِتَابِ وَسُورَةٍ مَعَهَا فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ صَلَاةِ الظُّهْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ وَيُسْمِعُنَا الْآيَةَ أَحْيَانًا وَكَانَ يُطِيلُ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى
_Dari Abu Qatadah ra bahwa Nabi saw adalah membaca ummul kitab (al-Fatihah) dan surah pada dua rakaat yang pertama dari shalat zhuhur dan ashar. Dan memperdengarkan ayat-ayatnya kepada kami kadang-kadang. Beliau lebih memanjangkan rakaat pertama._ (HR. al-Bukhari)[3]
_Wallahu a’lam bi al-shawwab!_
📚 Majalah Risalah No. 05 Thn. 59, Dzulhijjah 1442 H – Muharram 1443 H/ Agustus 2021, hlm. 39-41
Gabung Channel: https://t.me/ensiklopediafatwaulamapersis
#satuabadpersis
#ensiklopediafatawaulamapersis
#majalahrisalah #alquran
[1] SHAHIH. Ahmad (22193), Muslim (804).
[2] SHAHIH. Bulugh al-Maram No. 250. Ahmad (2/437), Al-Bukhari (757), Muslim (397), Abu Dawud (856), al-Tirmidzi (303), al-Nasai (2/124), Ibnu Majah (1060).
[3] SHAHIH. Al-Bukhari (778).


0 comments:
Posting Komentar