Sabtu, 27 Mei 2023

 



📝 Oleh Majelis Istifta

 

🔴 _*Baru-baru ini. Sering sekali terdengar moderasi beragama. Hingga dibingungkan dengan adanya kurikulum di sekolah tentang moderasi beragama. Apakah moderasi beragama itu? Ada kekhawatiran sama seperti kebebasan beragama, tetapi sulit untuk membedakannya. Jamaah WA.*_

 

 

🔵 Jawaban :

 

Jika yang dimaksud moderasi beragama adalah cara pandang terhadap agama yang moderat dalam arti tawazun, wasatiyah dan adil, yang berlandaskan ajaran al-Quran dan as-Sunnah, baik sesame kaum muslimin atau terhadap pemeluk agama lain, termasuk beramar ma’ruf nahi munkar, maka dianjurkan. Firman Allah:

 

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

 

Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan40) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menetapkan kiblat (Baitulmaqdis) yang (dahulu) kamu berkiblat kepadanya, kecuali agar Kami mengetahui (dalam kenyataan) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sesungguhnya (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (QS. Al-Baqarah [2]: 143)

 

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

 

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya Ahlulkitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (QS. Ali Imran [3] 110)

 

Adapun jika moderasi beragama berdasarkan nilai-nilai sekularisme, liberalisme, plurarisme maka wajib ditolak dan haram mengikutinya. Misalnya mengikuti peribadatan agama lain, agama hanya ruang privat, bukan ruang public, menghormati aliran sesat, menganggap agama-agama hanya sebagai jalan atau metode saja, hakikatnya menyembah tuhan yang sama, memberangus pandangan yang berbeda dengan menuduh radikal tanpa alasan dan lainnya. Batas-batas agama toleransi beragama telah jelas sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah :

 

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

 

Untukmu agamamu dan untukku agamaku.” (QS. Al-Kafirun [109]: 6).

 

 

_Wallahu a’lam bi al-shawwab!_

 

📚 Majalah Risalah no. 06 thn. 60, Shafar 1444 H/ September 2022, hlm. 55. 

 

Gabung Channel: https://t.me/ensiklopediafatwaulamapersis

 

#satuabadpersis

#ensiklopediafatawaulamapersis

#majalahrisalah #aqidah #manhaj #moderasi

  

 


0 comments:

Posting Komentar

Postingan Populer

Pengikut

BTemplates.com

Tanya Jawab Masalah Agama Berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Instagram

Stay Connected

Follow us on Facebook

Popular Posts

Popular Posts